Sabtu, 23 Agustus 2014

Inilah Kebahagiaan Sejati

Sejatinya untuk menjadi bahagia itu bukan berarti kita harus merasa senang dan tertawa terus menerus. Melainkan kita patut untuk merasakan sengsara maupun kesusahan.

***

Sebuah bentuk contoh kecil, dimana terdapat sepasang Suami dan Istri. Dimana sang Istri selalu setia menanti kepulangan sang Suami yang tidak dapat diprediksi waktu kepulangannya.
Dirumah, sang Istri selalu berdoa untuk keselamatan dan kesehatan Suaminya diluar sana, agar senantiasa di lindungi oleh Allah SWT. Sang Istri terus menanti kabar dari Sang Suami, bahkan Sang Istri rela selalu standby di gadget yang ia miliki demi menanti kabar dari Sang Suami.
Tidak hanya itu saja, Sang Istri rela tidak makan karena ia ingin makan bersama Sang Suami. Dia tidak ingin hanya diam dirumah lalu dengan santainya ia hanya makan dan istirahat saja. Ia selalu memikirkan, "Apakah Suamiku sudah makan?", "Apakah Suamiku sudah beristirahat?".
Dia selalu mengkhawatirkan Suaminya, karena betapa besar rasa cintanya kepada Suaminya.
Dia tidak berharap suaminya mengetahui pengorbanannya tersebut. Yang dia inginkan hanyal Suaminya dapat kembali pulang ke rumah dalam keadaan selamat dan sehat. Hanya itu saja.

***

Kebahagiaan itu sebetulnya mudah kita peroleh, jika kita mampu mengerti dan ikut merasakan apa yang dirasakan oleh pasangan kita :) 
Insya Allah, keharmonisan itu akan kita raih.
Amiin..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar